Monday, April 3, 2017

#MemesonaItu Tidak Takut Malu

Halo,



Apa sih yang kamu rasakan saat kamu tampil dengan gaya yang berbeda dari penampilanmu pada biasanya? Misalnya nih, kamu diminta untuk berdandan untuk acara prom night sekolah. Atau sebaliknya, kamu yang biasanya berdandan kini diminta untuk tampil sepolos mungkin.

Risih? Malu?

Mungkin. Aku pun sering sekali merasa seperti itu.

Jujur saja, aku sering tidak percaya diri pada saat tidak berdandan. Mataku terlalu kecil, bibirku terlalu tebal, dan hidungku lebarnya mengalahkan lapangan sepak bola (ya, mulai lagi hiperbolanya). Keadaan diperparah dengan timbangan yang terus mengarah ke kanan. Setiap kali aku menimbang berat badanku, aku panik tujuh keliling. Seringkali aku bertanya, mengapa oh mengapa. Dunia pun mulai runtuh pada saat jerawat yang nakalnya minta ampun ikut bermunculan.

Kemudian, aku mengingat sebuah kalimat bijak yang kira-kira berbunyi seperti ini; Kamu berpikir kamu mampu, atau kamu berpikir kamu tidak mampu, kamu selalu benar.

Kalau dihubungkan dengan masalah ketidakpercayaan diri kita, kita bisa mengganti kata 'mampu' dengan 'memesona'. Masuk akal, bukan?

Kita sudah mendapatkan premis seperti ini;

Kamu berpikir kamu memesona, atau kamu berpikir kamu tidak memesona, kamu selalu benar.


Dari tadi aku membahas pesona dan memesona terus, nih. Sebetulnya, apa itu arti dari kata memesona? Nah, hal tersebut jugalah  yang memang ingin kubahas pada post kali ini.

Menurut kamus KBBI, memesona adalah mengagumkan dan menarik perhatian.

Untuk tampil mengagumkan dan menarik perhatian, kita harus melakukan sesuatu yang tidak biasa. Sesuatu yang berada di luar zona nyaman kita. Sesuatu itu adalah tampil berbeda.

Ternyata, banyak sekali yang malu bila diminta berpenampilan  berbeda dari biasanya. Menurutku, tidak ada salahnya kita mengeksplorasi beberapa style yang baru, lho. Kalau kamu malu berdandan, sesekali kamu boleh memakaikan eyeliner pada mata cantikmu agar terlihat berbeda. Atau apabila kamu biasa berdandan, sesekali tampilkanlah kecantikan naturalmu. Kau tahu tidak bahwa banyak lelaki menyukai perempuan yang bisa tampil berbeda dan membuat pangling?

#MemesonaItu tidak takut malu. #MemesonaItu berani tampil beda.

Kamu malu atau tidak itu bergantung pada kemauanmu. Ingat, apapun yang kamu pikirkan akan selalu benar. Semua itu bergantung pada perspektif.

Sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana cara kita tampil memesona? Berikut ini aku berikan tips-tips yang mudah-mudahan membantu, ya.

1. Sadarilah bahwa kamu sempurna dalam ketidaksempurnaanmu.

Banyaklah bersyukur atas berkat dan anugerah yang kamu miliki. Kalau kamu melihat ke atas terus, memang selalu ada langit di atas langit. Manusia tidak pernah puas, dan kita memang tidak akan pernah mencapai kesempurnaan.

2. Beranilah tampil berbeda.

Seperti yang sudah kujelaskan sebelumnya, beranilah bereksplorasi. Sekali ditertawakan, kita bisa meminta saran membangun dari rekan. Gunakan masukan tersebut sebagai motivasi untuk penampilan selanjutnya.

3. Cintailah usahamu

Hargailah dirimu sendiri atas keberanianmu. Kalau kamu mencoba perpenampilan natural dan apa adanya, kamu harus bangga karena kamu telah menunjukkan sebuah karya cantik ciptaan Tuhan. Sebaliknya, jika kamu memutuskan untuk berani tampil dengan ber-make up pada saat-saat tertentu, banggalah bahwa kamu sedang belajar merapikan diri.

4. Biasakan menggunakan style yang nyaman bagimu, dan jangan terlalu memaksakan diri.

Apabila kamu sudah mengeksplorasi beberapa cara untuk tampil memesona, buatlah sebuah gaya tersebut menjadi dominan. Jangan terlalu memaksakan diri dalam berpenampilan berbeda, yang penting kamu bisa belajar untuk melawan rasa malu tersebut.

#MemesonaItu
 

Thursday, March 30, 2017

KHIANAT

Aku ketakutan saat aku memasuki mobil miliknya tersebut. Ekspresi wanita di sebelahku itu datar. Namun aku tahu, jauh di dalam hatinya ia sedang murka kepadaku.

"Rei.." Aku berusaha menjelaskan di tengah jantung yang berdebar tidak karuan. "Maafkan aku."

Kami berdua hening. Reina tidak memalingkan wajah dari pemandangan di hadapannya. Ia tetap fokus mengemudikan mobil ini. Aku tahu aku harus melawan rasa takutku untuk memperbaiki hubungan ini. "Anu.. aku tahu kau pasti marah kepadaku. A-aku..."

"Kau mengkhianati kepercayaanku dan kau merasa aku tidak akan marah?!" Reina tiba-tiba menjerit histeris. Aku langsung panik dibuatnya. "R-rei.. dengarkan aku.. Aku tidak bermaksud bercumbu dengan perempuan itu.. Aku tidak bisa menahannya... Suasana tadi gelap dan.."

"Kau hanya milikku seorang!" pekik Reina sembari menambah kecepatan mobil tersebut. Aku merinding karena arah laju mobil ini menjadi tidak terkontrol. "Reina, tenang dulu!" Aku berusaha berbicara kepadanya walaupun aku tahu aku hanya akan memperparah keadaan.

Wanita di sebelahku menangis, dan make up serba hitamnya menjadi luntur. Ia nampak menakutkan. "Tidak akan biarkan kau mengkhianatiku lagi." Ujar Reina sembari tersenyum di sela-sela tangisnya.

Wanita yang berpakaian serba hitam itu tiba-tiba membanting setir. Mobil yang kami tunggangi menabrak pembatas jalan layang tersebut dan menerobosnya tanpa ampun. Aku melotot dan berteriak kencang saat kami mulai melayang karena mobil terjun bebas.

"Kini, kita akan bersama selamanya di alam sana." Ujar Reina yang cekikikan sembari menggenggam kedua tanganku. Ia sama sekali tidak terlihat ketakutan. Hujan yang tiba-tiba turun membuat pandanganku kabur.

"Reina.." Aku mengeratkan genggamanku, dan nama Reina menjadi hal terakhir yang kuucapkan sebelum mobil mendarat dengan keras dan aku merasakan panas akibat api yang menyulut tubuh kami berdua.

Sunday, March 19, 2017

Semua belum berakhir

ia mengucapkan sumpah serapah pada pemakaman ibunya, namun kemudian ia mengutuk semua hal yang telah terjadi. Entahlah, pikirannya sudah kusut. Dirinya ingin hanyut oleh banjir deras saja.

"Reina?"

Sebuah suara berat nan lembut berbisik lembut di sebelah telinga gadis tersebut.

Tes, tes..

Air mata yang ditahannya dari kemarin akhirnya tumpah juga. Satu perkataan dari sosok yang ia kagumi tersebut berhasil membuat pertahanan dirinya runtuh seutuhnya.

"Jangan sok kuat, Rei." Lelaki berbahu lebar tersebut merangkulnya erat. Reina berusaha menahan diri agar tidak terisak. Namun, hatinya sudah lelah memakai topeng. Ia sudah capek menjadi seorang Reina yang tegar dan kuat.

"Aku tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan dalam hidupku, Yon." ujar Reina sembari tersungkur ke bawah.

"Kau tidak sendirian. Dunia masih berputar, matahari masih akan terbit. Kau masih memilikiku, Reina." Yono berkata sembari ikut menunduk bersamanya. Bersama, mereka menatap pusara yang memuat nama Juwita Kusnadi tersebut.

"Kau adalah Reina Kusnadi, dan aku tidak akan membiarkanmu menyerah."

Reina menatap pada lelaki tersebut. Mungkin, ini bukanlah akhir dari segalanya. Barangkali, hatinya yang berdegup kencang adalah modal utama untuk melanjutkan hidup. Tambahannya lagi, debaran hati tersebut masih dipacu Yono.

Semua belum berakhir.

Friday, February 17, 2017

Review film: La la Land

Haloo,

Maafkan aku si pemalas ini. Aku selalu menunda-nunda untuk menulis, baik itu untuk blog maupun novel. Rasanya aku selalu kalah dengan bagian iblis dalam diriku yang selalu berbisik untuk bermalas-malasan. But anyways, here I am with this new post.

Dalam tulisan kali ini, aku akan membahas tentang La la land. Wuih, dari judul filmnya saja sudah menarik. Kamu pasti akan sependapat denganku apabila aku menyebut poster ikonik dari La la Land ini sangat cantik.

Gambar diunduh dari link


Di satu sisi, film ini bercerita tentang seorang wanita bernama Mia (diperankan oleh Emma Stone). Ia adalah seorang gadis muda yang bekerja di sebuah kedai kopi. Jauh dalam lubuk hatinya, Mia rindu untuk mengejar mimpinya menjadi seorang aktris. Ia rela meninggalkan pekerjaannya beberapa kali untuk mengikuti audisi. Namun sedihnya, ia tidak pernah berhasil.

Dari sudut pandang yang lain, seorang pianis Jazz bernama Sebastian (diperankan oleh Ryan Gosling) frustrasi karena pekerjaannya yang semakin kacau. Keadaan keuangannya buruk, dan ia harus mencari job  untuk memenuhi kehidupannya dan juga impiannya membangun bar dengan music Jazz.

Pertemuan awal Mia dan Sebastian cukup buruk. Awalnya, mereka saling menjauh dan membenci satu sama lain. Sebastian awalnya ketus sekali terhadap Mia, dan Mia juga kesal dan malah berusaha mempermalukan Sebastian. Hubungan mereka bagaikan Tom dan Jerry, kucing dan tikus legendaris yang terus-menerus berusaha saling menghancurkan.

Gambar di unduh dari link


Seiring berjalannya waktu, benih-benih cinta mulai bermunculan dari hati keduanya. Takdir itu hebat sekali, lho. Mereka selalu bertemu pada momen yang pas, sekeras apapun Mia dan Sebastian berusaha menjauh. Setiap pertemuan itu pun menjadi sesuatu yang bermakna bagi keduanya.

Pada awalnya, alam semesta seolah terus bekerja untuk mereka. Saat keduanya tunduk pada perasaan mereka, Mia dan Sebastian menjadi sepasang kekasih yang saling menyayangi. Sang pria yang mau mendengarkan pasangannya, menjadi landasan tangga Mia untuk terus naik. Begitupun sebaliknya. Sebastian terus berusaha mewujudkan keinginannya dan mencari kebutuhan ekonomi demi mimpi dan masa depannya bersama Mia. Bagaikan mobil dan bensinnya, keduanya saling mendorong dan melengkapi.

Semua terus bergerak maju. Kisah kedua insan ini penuh dengan kemajuan dan juga kemunduran. Ada saatnya keduanya menjadi egois dan saling menyalahkan. Ada masa-masa dimana dua korek yang menyala saling membakar dan merusak. Pada saat itu, dunia seolah-olah menentang keduanya untuk bersatu.

Lucu, ya. Dunia seakan memperlakukan pasangan tersebut seperti mainan.Terkadang mereka di lempar ke atas, dan terkadang pula dijatuhkan dengan begitu kerasnya. Semua memang terasa tidak adil. Seringkali, Mia dan Sebastian tidak pernah tahu apa yang diinginkan dari mereka berdua. Namun mereka terus menciptakan kenangan, bersama-sama. Memori indah tersebutlah yang paling penting.

Walaupun penuh dengan rasa sakit, sebuah hubungan akan membentuk pribadi seseorang menjadi yang lebih baru. Setidaknya, kebersamaan Mia dan Sebastian pernah menjadi landasan tangga bagi satu sama lain dalam meraih impian dan cita-citanya. Keduanya menjadi gas bagi mobil satu sama lain.

Salah satu kelebihan film ini adalah musikalitasnya. Lagu-lagu indah dan menarik berhasil mempermainkan emosiku. Aku tidak akan membocorkan bagaimana akhir dari film musikal La la land ini. Aku harap kalian akan menyaksikan dan menginterpretasikan pendapat kalian di kolom komentar.

Apakah 'mobil yang mereka kendarai' oleh Mia dan Sebastian akan sampai di tempat tujuan dengan selamat? Coba tonton dan nikmati.

Thanks for reading!

 

Sunday, January 29, 2017

Review Tempat: Kalijodo

Perubahan.

Istilah tersebut muncul dalam benakku saat aku melangkahkan kakiku ke dalam area Kalijodo. Kehebohan yang terjadi di media beberapa waktu yang lalu mengenai Kalijodo kini telah surut, dan ternyata wilayah tersebut sudah berubah. Dalam post kali ini, aku tidak akan mengemukakan pendapat tentang kontroversi yang terjadi. Namun, aku akan menceritakan beberapa observasiku tentang Kalijodo yang telah kukunjungi beberapa waktu yang lalu. Selamat menyimak dan jangan lupa meninggalkan pendapat di kolom komentar!

1. Daerah tersebut kini menjadi tempat nongkrong anak-anak muda



Setelah memarkirkan mobil, aku menemukan sebuah arena untuk bermain skateboard. Ternyata, banyak sekali anak-anak muda disana yang sedang berlatih skill mereka. Hal yang keren sekali adalah bahwa arena tersebut luas, dan bukan hanya sepetak kecil. Jadi, walaupun ramai, kamu tetap bisa bermain skateboard dengan leluasa. Track skateboard yang ada pun cukup menarik; ada yang datar, ada yang bergelombang, dan ada yang miring. Tentunya para skateboarders bisa memilih track yang sesuai dengan minat ataupun kemampuannya.




2. Sangat memerhatikan kehijauan lingkungan




Hal lain yang menarik perhatianku adalah pohon-pohon yang menjulang tinggi. Atap tempat bertumbuhnya pohon tersebut berlubang, sehingga tempat pertumbuhan pohon tersebut terbuka. Selain itu, atap-atap tertutup di arena sebelah tempat ber-skateboard ria tersebut juga bening sehingga pencahayaan masih alami. Wangi rumput yang menenangkan pun dengan jelas tercium. Aku sangat menyukai betapa arsitektur dari Kalijodo ini sangat memerhatikan kekuatan alam.



3. Instagram-able
 

 



Zaman sekarang, banyak sekali anak muda yang menggunakan aplikasi Instagram pada ponsel pintar mereka. Biasanya, mereka senang mengupload foto-foto yang unik. Nah, di Kalijodo ini ada banyak spot yang bisa dipakai untuk berfoto. Misalnya, dinding, tangga, dan juga tempat ber-skateboard itu sendiri. Aku sudah men-stalk (duh, ketahuan deh :p) hashtag #kalijodo di Instagram dan menemukan banyak sekali foto OOTD (outfit of the day) yang ketje banget. Kalau dulu kita belum berani check in di media sosial kita di Kalijodo, sekarang dengan kita bisa dengan bangga berkata bahwa kita mengunjungi Kalijodo. Aku sendiri juga tidak mau ketinggalan foto keren di Kalijodo, dong.


4. Terasa hidup dengan banyaknya pengunjung


Salah satu hal yang kuketahui adalah bahwa  Kalijodo ini cukup ramai dikunjungi saat ini. Hal tersebut memberikan perasaan hidup yang menyenangkan. Kita bisa bercengkerama dengan orang-orang sekitar, atau sekedar duduk dan mengamati orang-orang yang asyik beraktivitas. Kita bisa belajar dari setiap orang, dan oleh karena itu tentunya seru sekali untuk nongkrong di Kalijodo. Kemungkinan untuk bersosialisasi di Kalijodo ini cukup tinggi.

Sunday, January 8, 2017

Review Film: Passengers



Sumber gambar: link

Apa yang akan kamu rasakan apabila situasi memaksamu untuk tinggal seumur hidup di dalam sebuah kapal luar angkasa? Barangkali, panik dan frustrasi. Kemudian, mencari jalan keluar dari keadaan tersebut tentunya merupakan sebuah tantangan tersendiri. Kondisi inilah yang diangkat menjadi permasalahan dalam sebuah film berjudul ‘Passengers’. Film ber-genre science fiction ini rilis pada tahun 2016 dan sutradarai oleh Justin Kurzel.

Sebuah perusahaan bernama Homestead memberangkatkan ribuan manusia dari bumi ke sebuah planet lainnya, yakni Homestead 2. Mereka berpindah planet dengan menggunakan sebuah kapal yang kaya akan fasilitas bernama Avalon. Perjalanan migrasi tersebut membutuhkan waktu selama 120 tahun. Selama waktu yang lama tersebut, seluruh awak dan penumpang ditidurkan dalam sebuah kapsul. Rencana awalnya adalah bahwa para awak akan dibangunkan lima bulan sebelum sampai ke Homestead 2. Sementara, ribuan penumpang yang ada akan dibangunkan 4 bulan sebelum Avalon mendarat untuk mempersiapkan diri mebentuk peradaban baru.

Jim Preston (Chris Pratt) adalah seorang montir yang terbangun dari kapsul tidur secara lebih cepat. Betapa terkejutnya Jim saat ia tahu bahwa perjalanan menuju Homestead 2 masih akan berlanjut selama 90 tahun.  Saat itu, pria tersebut mengetahui bahwa ia akan menghabiskan seluruh hidupnya dalam kapal Avalon tersebut. Lebih parahnya lagi, sendirian. Ia berkeliling di kapal Avalon dan berusaha mencari bantuan. Selama proses berkeliling tersebut, ia bertemu dengan sebuah android bernama Arthur (Michael Sheen). Robot yang memiliki wujud seorang pria ramah tersebut adalah pelayan dalam bar yang ada dalam kapal Avalon. Ialah yang menjadi tempat Arthur berkeluh kesah. Selama setahun, Jim berusaha menerima takdirnya dan menggunakan semua fasilitas hiburan dalam kapal luar angkasa tersebut. Jim sudah mencoba area menari, area bermain basket, bahkan hingga area berjalan-jalan di luar angkasa. Sayangnya, semua fasilitas hiburan tersebut tidak bisa menghilangkan rasa kesepian Jim. Ia membutuhkan teman, seorang manusia yang hidup dan memiliki perasaan sama seperti dirinya.

Pada masa-masa Jim merasa terpukul, ia menemukan seorang wanita cantik yang tertidur dalam kapsul. Perempuan berambut pirang tersebut adalah seorang penulis bernama Aurora Lane (Jennifer Lawrence).  Jim mencari tahu semua informasi tentang diri Aurora melalui database yang ada dalam kapal Avalon tersebut. Semakin Jim mencari tahu tentang Aurora, semakin bertumbuhnya rasa tertarik Jim kepadanya. Singkat cerita, Jim jatuh cinta pada Aurora yang belum pernah dikenalnya. Kemudian, sebuah ide muncul dalam benak Jim. Ia mengambil sebuah buku manual dari rak buku panduan dan menemukan cara untuk mengaktifkan kapsul Aurora. Dengan kata lain, apabila Jim melakukannya, ia akan dapat berkenalan dengan wanita pujaan hatinya. Selain itu, Jim tidak perlu menghabiskan sisa hidupnya sendirian. Ia tahu betul ia akan membuat Aurora ikut terjebak bersamanya dalam Kapal Avalon tersebut seumur hidup. Setelah risau dan berusaha melupakan ide yang menurutnya salah tersebut, Jim akhirnya menyerah. Ia membangunkan Aurora dari kapsul tidurnya. Saat itu, keduanya belum tahu bahwa sesungguhnya Kapal Avalon sudah rusak dan akan segera meledak apabila tidak ditangani.

Film ‘Passengers’ memiliki banyak kelebihan yang membuatnya unik. Pertama, aktris dan aktor yang membintangi cukup menjiwai peran mereka masing-masing. Chemistry mereka terlihat natural dan konflik-konflik yang ada dalam cerita ini bisa menyampaikan emosi kepada penonton. Selain itu, tokoh yang sedikit membuat alur cerita lebih mudah dipahami.  Kelebihan film ‘Passengers’ lainnya adalah bahwa efek-efek komputer yang ditampilkan terlihat natural.  Film ini cocok untuk para penggemar tontonan dengan tema luar angkasa dan petualangan.

Bagaimana kelanjutan hubungan Jim dan Aurora? Selain itu, apakah mereka akan selamat dari kapal yang sudah rusak? Silahkan temukan jawabannya dan puaskan rasa penasaran kamu dengan menyaksikan film ini secara langsung.