Skip to main content

Posts

Showing posts with the label mengalami

Pesona sang Bulan

  Pesona. Aku tidak memilikinya. Sudahlah, aku sudah terlalu berusaha. Tidak akan ada seorangpun yang mendeskripsikanku sebagai sebuah pesona. “Pia.” Suara itu memanggilku lembut, getarannya bermain naik dan turun dalam sistem pendengaranku. Debaran keras mengiringi harmoni tersebut dan menjadikan badanku sebuah alunan penuh dentuman. Ia menatapku hangat. Aku membalasnya. Sebuah percakapan tanpa kata-kata yang hanya melibatkan kami berdua terjadi di tengah keramaian ruang tersebut. Aku menunduk malu, ronaku bersemu samar. “Bolehkah aku meminjam tulisanmu?” Semua yang ada dalam dirinya mengalahkan keraguanku. Buku mungil tersebut kuserahkan dalam genggamannya, biarlah untaian kata demi kata tersebut yang mewakili diriku bercerita untuknya. ** Pagi ini gerimis. Dingin dan sejuk, kulitku menyukai sensasinya. Aroma tanah basah kian menyelimutiku dengan kenyamanan tak terdefinisikan. Aku suka hujan dan aku suka gerimis. Aku harus pergi, taman itu menungguk...

Kawan-kawan awan

Hai, hari ini aku suntuk. Sangat suntuk. Banyak hal yang membuat kesal, gemas, dan capek hati hari ini. ah, ya sudahlah. Aku pun tanpa pikir panjang membeli tiga bungkus biskuit dan lima potong risoles untuk menyelamatkan hari menyebalkanku. Saat itu, aku pulang kuliah dijemput oleh Mama, menggunakan si mobil putih yang sudah familiar sekali beberapa tahun terakhir ini. Sambil mengunyah biskuit, aku pun menyadari awan-awan yang terlihat kontras warnanya. Buru-buru kukeluarkan ponsel untuk kupakai fitur kameranya. Ternyata, lalu lintas macet dan aku pun dengan semangatnya mengambil foto dari banyak sudut pandang. Pada suatu detik, ada pemandangan awan yang bagus sekali namun ponselku sempat nge- hang dan momen itu terlewati. Percaya atau nggak, aku sempat nangis beneran saat menyadari posisi indah tersebut tidak dapat diabadikan begitu saja.  Maklumlah, cewek kalau lagi bete emang jadi emosian haha. Yasudah, saat si ponsel sudah benar aku pun mengambil foto yang lai...

mengalami keindahan si pohon yang sepele

Haloooo... Jadi, hari ini aku menggunakan mobil sebagai kendaraan untuk berpergian ke berbagai tempat. Tenang, tidak terjadi kecelakaan karena bukan aku yang menyetir. Duh, kapan ya aku bisa berani dan nggak panikan untuk mulai membawanya? Sepertinya masih akan butuh waktu lama, haha.  Selama perjalanan, rasanya jenuh sekali melihat macet dimana-mana. Manusia berlalu lalang, motor yang berebut untuk lewat, dan juga mobil-mobil lainnya yang berklakson tanpa ampun. Debu-debu di luar membuatku malas untuk membuka kaca. Aku tidak ingin terbatuk-batuk seperti nenek-nenek nggak ada gigi. Jadi, tutup kaca saja deh walaupun kurang mantap suasananya. Kemudian, aku melihat pohon dan dedaunan. cahaya lampu yang tertahan     Ternyata eh ternyata, mereka sedari tadi menemani perjalananku. Mereka rindang dan teduh, bahkan rela menutupi keseluruhan atap ruang terbuka tersebut. Cahaya lampu yang berusaha menorobos posisi sang daun terasa keren karena menciptakan sil...