Skip to main content

Posts

Showing posts with the label galaubooster

Ai

Aku tahu ia selalu mampu membawa tawa, cukup dengan beberapa kedipan mata centilnya. Ampuh. Teman-teman kantorku selalu mencubit pipinya lembut setiap aku membawanya turut serta, bibir mereka tak pernah absen untuk menyunggingkan senyum lebar saat mereka bersama dengannya.   Aika, gadis mungil dan cantik kesayanganku dan Thio yang sudah empat tahun terakhir ini resmi keluar dari rahimku dan menjadi buah hati kami.. Sosoknya yang periang dan identik dengan tubuh langsing, rambut bob sebahu dan poni ratanya itu menjadi favorit keluarga besar untuk diajak foto bersama pada acara kumpul-kumpul. Celotehennya yang unik bin ajaib juga selalu kami nanti-nantikan. Bayangkan, Aika dapat tiba-tiba menggombal bagaikan anak baru gede jaman sekarang yang romantis namun lucu. Bagaimana kami bisa tidak sayang dengannya?   "Tisha..." suara berat Thio memecahkanku dari pikiran sendiri yang entah sudah berlangsung selama berapa lama.. T...

Cintai

Bolehkah aku tahu caramu memaknai cinta? Apakah itu pada saat pasanganmu menaruh lembut tangannya dipunggungmu? Ataukah kamu memaknainya pada saat ia melingkarkan jaketnya diatas pundak gemetarmu? Mungkinkah kamu akan tetap memaknai cinta? Pada saat hatimu penuh dengki terhadap keras kepalanya? Ataupun pada saat kamu menganggap ia tidak memikirkan perasaanmu?   Cinta itu kejam dan lembut Cinta itu tangis dan tawa Cinta itu malu dan bangga Cinta itu sebuah paradoks Dua sisi ... Dua jiwa .   Tidakkah kamu menghargai cinta? Nanti, pada saat kamu berhasil melewati proses panjang dengannya Pada saat kamu akan sangat bangga dengan perjuangannya Jalani. Nikmati. Syukuri. Cintai. #selamatharikasihsayang

Si Mungil

Udara yang sejuk menemani kesendirianku di taman kampus yang katanya suram tersebut. Sesungguhnya, aku betul-betul tidak ingin kembali ke rumah neraka. kak Lina.. kau ingat Si Mungil, pohon pisang yang kita tanam bersama saat itu?  ia kini sudah bertumbuh dan lebih kuat. Ia mirip denganmu. "Di?" sebuah suara nan lembut yang jarang kudengar mengembalikanku ke dunia nyata. Sosok berbahu lebar ini menghampiri dan menyejajarkan pandangan matanya denganku. Tubuh tingginya sedikit menunduk. "lo lagi ngapain disini sendirian? "eh, van.." jawabku terbata-bata. "nggak apa-apa.. gue…" "Lo masih kepikiran soal Kak Lina, ya..." cowok berambut gondrong tersebut akhirnya ikut terduduk disebelahku. ia melepaskan tas selempang hitam andalannya setiap hari dan menatap ke arah langit yang sudah semakin memerah. "Hmmm.. gue mikirin skripsi gue yang ditolak juga.. gue sudah capek." ujarku sembari tertunduk sendu. Semua kejadian yang terjadi bebe...

Pesona sang Bulan

  Pesona. Aku tidak memilikinya. Sudahlah, aku sudah terlalu berusaha. Tidak akan ada seorangpun yang mendeskripsikanku sebagai sebuah pesona. “Pia.” Suara itu memanggilku lembut, getarannya bermain naik dan turun dalam sistem pendengaranku. Debaran keras mengiringi harmoni tersebut dan menjadikan badanku sebuah alunan penuh dentuman. Ia menatapku hangat. Aku membalasnya. Sebuah percakapan tanpa kata-kata yang hanya melibatkan kami berdua terjadi di tengah keramaian ruang tersebut. Aku menunduk malu, ronaku bersemu samar. “Bolehkah aku meminjam tulisanmu?” Semua yang ada dalam dirinya mengalahkan keraguanku. Buku mungil tersebut kuserahkan dalam genggamannya, biarlah untaian kata demi kata tersebut yang mewakili diriku bercerita untuknya. ** Pagi ini gerimis. Dingin dan sejuk, kulitku menyukai sensasinya. Aroma tanah basah kian menyelimutiku dengan kenyamanan tak terdefinisikan. Aku suka hujan dan aku suka gerimis. Aku harus pergi, taman itu menungguk...

puisi cinta ala mahasiswa stres

Kata orang-orang sih, sistem syaraf pusat adalah otak dan tulang belakang Tapi, pusat dari hati kok kamu ya?   Kamu itu.. bagaikan arousal yang merusak keseluruhan limbic system -ku khususnya di amygdala , segala emosi menjadi bercampur tak karuan Kamu membawa materi-materi berupa cinta ke sistem syarafku, sama seperti si cerebrospinal fluid Superior colliculi terkadang dipersulit olehmu, karena pandangan mata menjadi tidak bisa fokus Selalu ingin menengok ke arahmu kemanapun kamu pergi Selain itu, kamu juga memekakan inferior colliculi Suaramu selalu kucari, dimanapun itu terdengarnya   Kau membuat hipothalamus-ku meledak-ledak, sadarkah kamu? Banyak drive dalam hipothalamus itu yang ingin kulakukan, entah itu mencubitmu, memelukmu Dasar, kau juga merusak pineal gland -ku, ia jadi tidak bisa membuatku tidur karena terbayang-bayang senyummu kemarin Akhirnya, aku pun melakukan circuit formation dan berusaha berfungsi untuk menargetkan diri...

dreams

Halo, hari ini aku bermimpi, dan yang aku ingat memang hanya bagian terakhirnya saja sih. Aku sedang berbicara kepada seseorang, kemudian orang tersebut mengatakan, 'masa sih kamu nggak sadar kalau kamu jatuh cinta?'. Dan yak, di klimaks dramatis tersebut aku terbangun. :"D. Bisa jadi inspirasi buat ngelanjutin novel nih. Biasanya nih, mimpi bias menjadi inspirasi. Inspirasi untuk menulis, inspirasi agar semangat, atau kalau mimpi buruk juga inspirasi agar berhati-hati. Oh ya, aku pun langsung teringat pada sebuah lagu dari Tiffany Alvord. Rasanya mood -nya sesuai dengan mimpi. Check it out ! Post ini cuman sekedar sharing dan curcol, dan maaf banget nggak informatif. Namun, bunga tidur layaknya hidup kedua ya.. See you !

Someday

Someday, someone will look at you the same way you look at the moon Someday, someone will be caught staring at you just the way you gaze at the shadows Someday, someone will see the most inner layer of you as a beautiful, sparkling ray Someday, someone will breathe you back alive   Someday, just someday.

reviewlagu: untuk yang sedang memperjuangkan cinta

Halo, jadi kali ini aku ingin me- review lagu dari The Sam Willows . Band tersebut berasal dari Singapore, dan aku sudah jatuh hati semenjak pertama kali menonton cover mereka di Youtube . Lagu yang aku bahas kali ini berjudul For Love , dan sangat cocok untuk yang lagi mellow. Cocok nih buat nangis sendirian di kamar *loh* *ngelap ingus* :")   Too many people on board this train I gotta find my way around Too many voices in my head Gotta reach high turn it down Lagu ini diawali dengan suara-suara menenangkan, menciptakan suasana yang anehnya berdesir-desir kayak ombak di pantai. Bait pertama dinyanyikan oleh Benyamin Kheng, dan bercerita tentang seseorang yang kehilangan arah dan motivasi hidup. Kebimbangan yang menyebabkan seseorang sudah tidak tahu apa yang harus dilakukan. Diceritakan dalam lirik tersebut, bahwa orang ini goyah karena banyaknya tuntutan dan dorongan orang lain. Aku mengerti sih, terkadang suara orang lain menjadi begitu keras hingga kita tidak bisa m...

Fiction: Kamu

Suasana hening saat gadis berambut panjang tersebut mulai membuka komputer jadul pemberian sang ayah. Sore tersebut tenang, ia sudah selesai makan bersama dengan kedua adik-adiknya. Kini, ia berada di kamarnya sendiri dan tersenyum mengingat kejadian di sekolah pagi harinya. ** Hari tersebut sedang diadakan acara sosialisasi kurikulum di sekolah. Seperti biasa, Laras duduk dengan ketiga sohibnya. Mereka sudah berteman sejak pertama masuk SMA Pengharapan tersebut, dan ditahun ketiga mereka bersama keakraban mereka tidak berkurang. Laras selalu gemas melihat Bella yang kecil dan imut. Ia juga selalu senang berdiskusi dengan Aya yang pintar dan bervisi, dan tak lupa juga menggosipkan lagu dan tren gaya hidup terbaru dengan Pia yang tergolong cewek popular di sekolah. Laras sendiri tidak merasa special walaupun teman-temannya bilang ia dewasa dan bijak seperti seorang filsuf. Laras yang saat itu menguncir rambut bergelombangnya tidak terlalu mendengarkan kepala sekolah yang bercu...

I'm dreaming of you and you don't even know

Tanpa sadar, setitik air mata tidak berhasil bertahan setelah mereka membalikkan badannya. Lelaki itu menggandeng Rena, sahabat sejak sekolah dasarku. Mereka berdua tersenyum, Rena terlihat cantik dengan lesung pipinya yang muncul saat Leo memberikan sekuntum bunga beberapa waktu sebelumnya. Keduanya berpelukkan pada senja yang tidak panas tersebut sembari menatap   keindahan langit yang ingin menyambut sang rembulan. Warna kemerahan yang mengelilingi kami menciptakan siluet-siluet hitam yang luar biasa cantik. Pada saat yang bersamaan, aku hanya bisa mengacungkan jempol pada Leo. Cowok berpostur tinggi tersebut menganggukkan kepalanya, berterima kasih atas aku yang bersedia menjadi mak comblang selama beberapa bulan terakhir ini. Tidak, aku tahu aku tidak boleh cemburu begini. Restoran di tepi gunung tersebut sepi dan tenang. Aku, si cewek kutu buku yang sedang berusaha kerja part time, duduk mojok sendirian dengan seragam restoran yang didominasi warna biru. Aku pun teringat...

Percakapan sang gedung dan langit

Sore tersebut tidak cerah, namun tidak terlalu terik pula. Hawa-hawa mendung yang mulai melingkupi keseluruhan area tersebut terasa sangat terabaikan. Orang-orang berseliweran dengan motor dan mobil. Padatnya lalu lintas di perempatan jalan menjadikan tempat tersebut bising dan sumpek. Tak lupa pula terdapat kendaraan-kendaraan umum seperti bajaj dan bahkan odong-odong yang mengikuti emosi akibat panas dan rasa capek. Di atas keramaian tersebut, terdapat si Gedung dan si Langit yang seperti biasa rutin bercakap-cakap dan menikmati kebersamaan mereka. Gedung : Duh, betapa sibuknya kegiatan hari ini! Banyak sekali orang berlalu lalang, tak lupa mereka mengenakan gawainya masing-masing. Hiruk pikuk penuh teknologi. Langit : Ya, dasar manusia-manusia kecil itu. Aku terkadang lelah melihat mereka. Gedung : Sebetulnya, aku tak mengerti mengapa kamu selalu sebal dengan manusia, Ngit. Mereka semua menjadikan pergantian warnamu tontonan. Mereka mengagumimu! Langit : Aku tahu, kok. ...