Monday, May 16, 2016

cerita tanggal tuaku

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi
diunduh dari https://www.svenskakyrkan.se/bilder/Kalender-2014.jpg


Tanggal tua.

Dua kata ini cukup menakutkan, hingga membuat orang yang mendengarnya kocar-kacir seperti anak ayam kehilangan induk #hiperbola. Tanggal tua, atau akhir-akhir bulan, identik dengan kantong dompet yang makin 'mengering', sekering padang gurun yang tidak dihujani selama bertahun-tahun (?). Pada tanggal tua, banyak pihak yang merasa risih dan galau. Pekerja kantoran, pelajar, dan juga mahasiswa. jangan lupakan spesies berpacaran yang anniversary-nya pas tanggal tua.

Namun, berbeda dari mereka, aku cukup menyukai tanggal tua ini lho.

Aku akan cerita tentang caraku menghabiskan tanggal tua. Zaman dahulu kala, aku berkuliah arsitektur sebelum berpindah ke jurusan psikologi. Disana sibuk sesibuk-sibuknya, dan perlu menghemat demi bisa membeli bahan-bahan yang diperlukan untuk maket dan prakarya-prakarya. Jangan heran kalau tugas-tugas dan deadline mengharuskan kita untuk membeli material-material dan mengalami pusing tujuh keliling. Dulu itu, aku di transfer bulanan oleh orang tuaku dan berasa banget ngiritnya untuk makan ataupun belanja. Pas pertengahan bulan itu aku sudah was-was banget, demi bahan maket dan demi tugas-tugas yang akan dikumpul.

 
Sebenarnya, aku pas tanggal tua hectic banget. Selalu dan selalu. Seharusnya aku tetap memikirkan tugas dan tanggung jawab, apalagi biasanya akhir bulan itu tugas-tugasnya makin menakutkan. Namun, kok rasanya jenuh ya? Akhirnya aku memutuskan untuk menghabiskan sejumlah uang untuk mengembalikan semangat dan motivasiku. Dengan cara apa? Aku rutin berkaraoke dan bermain-main di sebuah arkade game sendirian, setiap akhir bulannya. Game arcade? Itu lho, tempat yang banyak mesin-mesin pencapit boneka, photobox, mesin pump untuk nge-dance. Tempat yang ketjeh sekali untuk menghilangkan penat pada akhir bulan.

diunduh dari http://cdn.arstechnica.net/wp-content/uploads/2012/02/arcade-4f341ed-intro.jpg


Saat tanggal tua, aku sadar aku harus berhemat. Namun, aku tahu aku harus mempunyai me time juga. Jadi, aku berkaraoke dan bermain tonjok-tonjokkan sendiri seperti orang kurang hiburan. Bagaikan anak TK yang bebas sebebas-bebasnya. Aku sering asyik bermain di arkade dan merasa ketagihan. Secara, main di arkade game serasa kembali ke masa kecil yang bebas dari tanggung jawab dan deadline-deadline. Karena aku mainnya pas menjelang deadline (backsound petir menggelar), biasanya setelah pulang dari bermain arkade aku panik sendiri. Uang juga berkurang, namun aku berusaha bertahan hidup *weiz* sampai di transfer bulanan lagi pada awal bulan berikutnya.

Jadi, tanggal tua adalah waktuku untuk sedikit 'boros' dan memanjakan diriku dengan bermain sepuas-puasnya di arkade game. Tanggal tua bukan waktu aku merasa stres, galau, risih, ataupun sakit kepala.

Nah, untuk penghematan sebelum menjelang rutinitas bermain di arkade game pada tanggal tua itu, biasanya aku mengurangi porsi ngemil pada pertengahan. Sekalian diet, lho. Selain itu, aku harus menahan diri dari 'lapar mata' dan menyibukkan diriku dengan pertugasan yang astaga naga itu setiap akhir bulannya. Maka dari itu, aku menghematnya di pertengahan bulan dan melampiaskan penghematan itu setiap akhir bulannya. Beda dari yang lain, ya? Tidak apa-apa, yang penting happy dan survive.

Nah, untuk yang ingin menghemat dan me-reward diri serta mencegah kegalauan di akhir bulan, aku punya solusi yang pas nih. Matahari mall punya promo Tanggal Tua Surprise dengan diskon hingga 80%. Untuk lebih detailnya, kunjungin website Matahari Mall dan tonton video si Budi di bawah ini ya. Cara Budi untuk menghadapi tanggal tua bisa banget ditiru juga, lho.

 



So, tanggal tua itu dibawa santai aja dan pakai strategi. Tidak selalu menakutkan kok, malah bisa jadi momen yang ditunggu-tunggu kalau kita mempersiapkan diri menabung dari sebelumnya. Istilahnya sih, tanggal tua bisa digunakan sebagai waktu reward. Tanggal tua bisa jadi merupakan saat yang tepat untuk memberi hadiah pada dirimu yang sudah berusaha selama sebulan itu.

Smile and cheer up, let's get through this month and this 'tanggal tua' :P

Tuesday, May 10, 2016

Anak di cermin

#iseng
_____

Bayangan di cermin menatapku sengit. Rambut berantakan yang mulai panjang itu terlihat aneh dan jelek, sementara wajah itu terlihat muak. Bibirnya mencibir hebat saat aku memberanikan diri meliriknya. Sst, desisnya.

Ia kini mulai menyisir secara kasar rambutnya yang tidak pernah mau menurut. Lagi-lagi, ia mengoceh sendiri dan mendumel tanpa ada yang mendengarkan. Piyama abu-abu tersebut terlihat kebesaran dan memakan sosok tingginya. Aku berusaha menatapnya ramah, namun tetap saja ia terlihat rese di mataku.

Anak di hadapanku itu menaruh sisirnya, dan berhenti mengoceh. Kami saling menatap dan aku tahu segala isi pikirannya. Tadi pagi, ia berniat melaksanakan rencana besarnya. Ia menyembunyikannya dan belum mau memberi tahu orang-orang terdekatnya. Tekad sebulat matahari untuk memberi tahu dan meminta saran atas rencananya dihilangkan total setelah ia dikatakan tidak berguna.

Ia pun ingin berkata, aku ya aku. Dia ya dia. Pikirnya, orang lain memang lebih berguna darinya sekarang, namun hal tersebut janganlah dibandingkan dan ditertawakan. Rasanya capek berusaha terus tapi tidak pernah cukup. Setiap hari ia merasa gusar. Aku tahu itu dari tatapan matanya.

Anak itu menjauh dariku. Saat kusadari, ternyata aku pun sudah berpaling dari cermin. Waktu ternyata terus berjalan di ruangan tidur yang kecil malam itu. Hmm, mungkin kami akan bercakap-cakap kembali lain kali. Atau sebaiknya tidak?

Thursday, May 5, 2016

Kasus Yuyun dan pentingnya sekolah

 
 
Sungguh sedih hati ini membaca berita yang diulas dimana-mana.
 
Pada 2 April 2016, seorang siswi SMP asal Bengkulu ditemukan tewas di jurang dengan kondisi fisik telanjang dan lebam-lebam. Gadis tersebut bernama Yuyun. Ia berusia 14 tahun dan telah dibunuh dan diperkosa oleh 14 orang pemuda yang mengonsumsi minuman keras sebelumnya. Saat ini, masyarakat yang aktif di media sosial membentuk tagar #nyalauntukYuyun sebagai bentuk empati. Aku pun sempat merinding ketika membayangkan kronologi kejadiannya. Pertanyaan yang muncul dibenakku adalah, orang-orang macam apa yang melakukan perbuatan seperti ini?
 
Bagaimanakah garis besar latar belakang dari para tersangka? Menurutku, mereka terjebak dalam kenakalan remaja. Para pelaku masih berumur belasan dan awal kepala dua, dan menurut berita liputan6, mereka sering menonton video porno melalui telepon genggam. Selain itu, mereka juga mengonsumsi minuman keras sebelum melakukan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Yuyun. Keterangan penting lainnya untuk digarisbawahi adalah fakta bahwa sebagian dari mereka adalah remaja putus sekolah.
 
Saat ini, banyak anak-anak putus sekolah dan tidak mendapatkan pengetahuan yang cukup tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Mabok-mabokkan, mengonsumsi narkoba, menonton video porno, merokok, mencuri... Dengan kurangnya sosialisasi dan pengarahan dari orang yang lebih dewasa, anak-anak putus sekolah bisa melakukan hal apapun yang ia mau tanpa merasa bersalah, karena memang mereka tidak merasa salah. Kalau begitu, seberapa pentingkah sekolah untuk membantu mengarahkan sikap baik anak-anak?  Aku pun memutuskan untuk fokus pada faktor sekolah ini.
 
Sekolah adalah tempat anak-anak mendapatkan ilmu dan wawasan. Di sekolah pula lah mereka mendapatkan skill seperti kepemimpinan, empati, dan keberanian mengungkapkan pendapat. Sekolah juga membuat murid sibuk sehingga menguras energi dengan cara yang positif , yaitu melalui ujian, belajar untuk ulangan matematika, mengikuti ekstrakulikuler musik.. pokoknya yang dapat diterima dengan baik oleh masyarakat (dalam ilmu psikologi hal ini disebut dengan sublimasi). Oleh karena itu, sekolah yang memiliki kualitas baik penting dalam membentuk karakter dan pola pikir seorang anak. Apalagi jika sekolah tersebut rutin didatangi sang anak sebagai siswa aktif.
 
Hal-hal penting untuk dimiliki sekolah adalah lingkungan belajar dan iklim kelas yang positif. Pembentukan kepribadian anak perlu dilakukan sejak dini, dan sekolah perlu menjadi 'rumah kedua' seorang anak. Maksudnya, sekolah harus dipandang sebagai tempat menarik untuk didatangi karena manfaat belajar, bukan untuk di-bully ataupun mem-bully orang lain. Bukan untuk membuat ribut dan menantang kakak dan adik kelas. Sekolah harus menjadi tempat mencari jawaban masalah kehidupan yang benar, dan memberi pengarahan dan larangan yang perlu ditaati. Kalau sekolah bukan tempat untuk didatangi para murid, sang siswa bisa salah arah dan malah melakukan penyimpangan, yah salah satunya berupa kenakalan remaja.
 
Para pelaku yang membunuh dan memperkosa Yuyun melakukan tindakan kenakalan remaja dan berbuat kriminal yang tidak dapat ditoleransi lagi. Kurasa dapat disimpulkan bahwa mereka kurang di gembleng tentang apa yang baik dan yang buruk. Mungkin mereka menganggap mabok-mabokkan itu keren. Mungkin saat ini mereka malu, ataupun malah tidak merasa menyesal sama sekali atas kehebohan yang telah mereka perbuat. Barangkali keluarga mereka saat ini ikut tertekan. Apapun itu, semua kejadian yang menimpa Yuyun ini seharusnya tidak perlu terjadi. Seharusnya, semua ini bisa dicegah.
 
Yuyun adalah masyarakat Indonesia dan juga bagian dari kita. Saat ini, kasus masih diurus oleh pihak kepolisian. Para pelaku juga ditahan dan diurus oleh pihak pengadilan. Tindakan yang mereka lakukan memang tidak bisa disepelekan dan perlu diurus secara serius. Alangkah baiknya apabila remaja juga semakin diberi pengarahan dan makin digembar-gemborkan hati nuraninya.  Aku tahu aku belum bisa melakukan tindakan konkret untuk menyelesaikan masalah ini, namun menurutku salah satu solusi adalah dengan meningkatkan ketersediaan sekolah dan meminimalisir anak-anak yang putus sekolah. Biarkan guru-guru yang baik dan juga killer membentuk siswa-siswi sebagai pribadi-pribadi berhati besar untuk menghindari kejadian-kejadian seperti ini di masa yang akan datang.
 
Aku belum bisa melakukan tindakan nyata, namun pemikiran dan concern ini adalah awal yang baik.