Tuesday, July 24, 2018

Menggendut bahagia di Blitar dan Malang


Halo,



long time no see! Setelah sekian lama akhirnya aku ada niat untuk membuat tulisan baru di blog ini... Pada 15-19 Juni 2018, aku bersama keluarga dan Aa (ehem, ehem...) memutuskan untuk liburan bersama ke Blitar dan Malang.. Kenapa? Karena aku ngidam sekali untuk melihat langsung panorama Gunung Bromo, dan Aa juga berasal dari Blitar jadi kita bisa sekalian diajak melihat-lihat kota kelahirannya itu..


Liburan kami berlangsung selama 5 hari 4 malam, dengan jadwal sebagai berikut:

OUR ITINERARY

Hari 1: Berangkat subuh ke bandara Malang, kemudian menaiki mobil travel melakukan perjalanan selama 2 jam ke Kota Blitar. Kami menyempatkan diri mampir ke Kampung Warna Warni Malang sembari jalan, kemudian setelah sampai di Blitar kami berwisata ke Kampung Coklat, Makam Bung Karno, Istana Gebang (rumah Bung Karno tumbuh besar)

Hari 2: Pagi-pagi kami ke Pantai Tambakrejo, kemudian berangkat ke Malang untuk berkuliner. Setelah itu kami istirahat karena subuh berikutnya akan dijemput untuk mengunjungi Gunung Bromo (kami dijemput pada jam 00.30).

Hari 3: Waktu yang dihabiskan untuk berkeliling di Gunung Bromo adalah sampai siang. Sorenya kami ke Museum Angkut dan kemudian beristirahat kembali.

Hari 4: Kami mengunjungi Jatim Park 3 (di kota Batu), dan kami menghabiskan waktu seharian.

Hari 5: Hari terakhir kami bersantai dan berbelanja oleh-oleh, kemudian we go back home. :-(

 

Sekarang aku akan mengulas beberapa tempat yang kuanggap menarik, yuk silahkan disimak untuk inspirasi perjalanan berikutnya :D

 

1.Kampung Warna Warni, Malang




Rasanya ceria sekali, karena saat melangkah masuk pun kami sudah dapat melihat tembok yang dilukis dan didekor secara super kreatif. Sebetulnya Kampung Warna Warni adalah tempat tinggal warga yang dijadikan tempat wisata. Setiap tembok, jendela, pintu, jalan, dan bahkan detail kecil yang tak terduga sekalipun diolah sedemikian rupa sehingga terlihat menarik dan sangat instagram-able. Untuk mengunjungi dan puas berfoto-foto di Kampung Warna Warni, kita cukup membeli tiket dalam bentuk gantungan kunci lucu (buatan tangan warga setempat, lho) dan harganya hanya Rp. 3.000,-. Poin plusnya lagi, karena aku mengunjungi Kampung Warna Warni pada saat Hari Raya Lebaran, aku bisa melihat kedekatan masyarakat yang saling menyapa dan memberikan hadiah hari raya. Sungguh menyenangkan!

 











 

2. Kampung Coklat, Blitar

Di Blitar, kami mampir ke sebuah obyek wisata bernama Kampung Coklat, dan tentu saja isinya coklat (kalau bukan, malah aneh, dong..). Kami dapat melihat proses pembuatan coklat yang diceritakan setiap langkahnya melalui tulisan (bahkan ada tanaman coklat asli yang dipajang).. Kita juga bisa membeli minuman coklat, dengan variasi yang sangat bermacam-macam seperti kedai kopi yang banyak kita tahu. Surga untuk pencinta coklat! Disitu juga ada toko coklat yang sangat, sangat lengkap.. Kamu mau coklat dengan kadar cocoa berapa persen? Tinggal di tanya dan di cari saja! Bentuk olahannya pun macam-macam, ada yang seperti chocochips, ada yang masih dalam bentuk batang.. Psst, saranku, cobain coklat yang kadarnya 100%, deh.. pasti berkesan!

 





3. Gunung Bromo, Malang

 










Yang satu ini salah satu yang paling kusukai.. Seperti yang aku jelaskan sebelumnya, kita akan dijemput dari Malang pada subuh, sekitar jam 12.30. Perjalanan dalam mobil dilalui dalam waktu sekitar 2 jam-an.. Kita akan sampai di titik temu, dan dari situ kita akan menaiki mobil jeep untuk mencapai Gunung Bromo tersebut.. Kenapa naik mobil jeep? Tentu saja karena jalanannya sangat terjal, aku pun sampai tidak berani melihat karena seolah-olah hampir 90 derajat (walaupun tentu saja tidak mungkin, namun memang dasar aku yang terlalu panik). Setelah sampai, kami diajak duduk untuk menunggu matahari terbit.. Untuk kalian yang mau menunggu sambil duduk-duduk, banyak penyewa karpet yang menawarkan barangnya agar kita bisa menunggu dengan nyaman. Rasanya senang sekali setelah matahari akhirnya menunjukkan batang hidungnya. Kawah yang tadinya gelap gulita berubah menjadi sangat cantik, dan aku yakin sekali kawah tersebut menjadi salah satu hal yang dicari para wisatawan; uniknya tiada duanya! Setelah matahari terbit, kita diajak berkeliling ke lokasi lain (tetap dengan mengendarai mobil jeep) dalam Gunung Bromo tersebut, yakni kawah, Bukit Teletubbies, dan Pasir Berbisik.



Di Kawah, kita dapat melihat pasir putih yang terbentang luas dan banyak warga setempat yang menawarkan jasa sewa kuda untuk menaiki anak tangga. Kuda-kuda tersebut juga terlihat sehat dan terawat, dan membuat suasana menjadi hidup.  Setelah dari kawah, tentunya kita bisa mampir ke Bukit Teletubbies (sering juga disebut Padang Savanna)..  Lucu sekali, benar-benar mirip dengan bukit yang ada di film teletubbies! Hijau dan terbentang seolah tanpa batas. Psst, sering dipakai untuk lokasi foto pre-wedding juga ;)

 

 Setelah itu, kami mampir ke Padang Pasir (Pasir Berbisik) dan melihat hamparan pasir lagi.. aku langsung membayangkan adegan film action dengan para cowboy yang berkejaran, hehe.. Ada cerita unik mengapa padang tersebut disebut Pasir Berbisik.. Ternyata tempat ini menjadi lokasi syuting film yang memang bernama Pasir Berbisik dan dibintangi oleh Dian Sastro! Wow!


Jangan lupa untuk jaga kesehatan dan pakai baju untuk cuaca dingin ya, karena dinginnya betul-betul berbeda dengan dingin di perkotaan. Minum vitamin dan enjoy the trip!

 

4. Museum Angkut, Malang

 






Museum ini merupakan museum yang tergolong baru di Malang, dan tentunya tidak boleh dilewatkan.. Untuk masuk, kita harus membeli tiket apabila ingin berfoto menggunakan kamera DSLR. Atau, kita bisa menyewa loker untuk menitipkan barang-barang yang tidak bisa dibawa masuk. Kita dapat melihat banyak sekali sejarah kendaraan-kendaraan yang ada di dunia, mulai dari becak hingga mobil balap. Semua serba komplit! Kita bisa melihat dan mengamati replikanya secara langsung. Kalau mau, kita juga bisa mengikuti simulasi penerbangan pesawat atau mengendarai mobil balap. Mungkin cocok untuk yang memang penasaran.. Hal yang unik dan menarik adalah adanya pesawat yang pernah dikendarai presiden. Kita bisa masuk ke dalam dan berfoto-foto seolah-olah kita sedang menumpanginya juga. Hehe, aku sih numpang duduk sebentar pun sudah senang. Setelah puas berkeliling di museum, kita dapat keluar dan menemukan lokasi foto-foto outdoor yang benar-benar KEREN!  Ini adalah salah satu daya tarik yang betul-betul mencolok.. Kita dapat merasakan suasana seperti di Hollywood, di Jepang, Paris, Inggris.. Suasana dan musik yang mendukung membuat suasananya betul-betul terasa. Para millenials tentu sangat puas berfoto ria.. Setelah itu juga ada tempat makan yang berkonsep pasar apung dan it literally is aesthetically pleasing <3 em="">
 
 

 

 

5. Jatim Park 3, Batu





Tema dari tempat wisata yang berada dalam mall  ini adalah dinosaurus.. Kita memasuki museum dan dapat mempelajari seluk-beluk dinosaurus dengan cara yang menarik dan interaktif. Setelah itu, kita dapat bergegas ke lokasi outdoor dan memuaskan diri bermain! Area tersebut didekor dengan tema dinosaurus, dan banyak miniatur dinosaurus di sekitar yang dapat bergerak-gerak.. Unik! Ada pula permainan perahu terjun, rumah boneka.. Kita bisa menemukan pawang elang dan berfoto dengan elang tersebut.. Banyak pula jajanan menarik seperti gula kapas dan minuman segar bersoda. Oh iya, kita juga bisa mengunjungi The Legend Stars Park, dan konsepnya mirip Museum Madame Tussaud, yakni banyak patung lilin dari orang-orang terkenal yang bisa diajak foto bareng. Ada tokoh-tokoh Marvel juga lho, ternyata..

Oh ya, di dalamnya juga terdapat tempat-tempat yang dibikin serupa dengan beberapa negara, yakni Jepang, China, Korea, Roma.. Berfoto di tempat-tempat tersebut betul-betul terasa bagaikan kita sedang berada di luar negeri. Bahkan, di area-area seperti Jepang dan Korea kita dapat menyewa kostum tradisional asal negara tersebut; kimono untuk area Jepang, dan hanbok untuk area Korea. Aaah, keren sekali! Apalagi untuk aku yang sudah lama sekali ingin mencoba mengenakan kimono! Pokoknya puas banget!

 

 

 

 

Thursday, July 12, 2018

Pejuang!

Hai teman-teman!


Di post kali ini, aku ingin sedikit membuka diri dan mudah-mudahan apa yang kubagikan bisa bermanfaat untuk teman-teman :)

Siapa sih yang disini nggak pernah merasa minder? Rendah diri? Teman-teman, aku percaya banyak dari kita yang mengalaminya, namun mungkin tidak terdeteksi oleh orang-orang sekitar




Aku hari ini baru membuka lagi buku harianku dulu, pada saat aku membenci keberadaanku di kehidupan ini. Tertegun aku melihat betapa jahatnya aku pada diriku sendiri, aku bahkan tidak segan-segan menulis bahwa aku tidak bernilai apa-apa.. Dan aku menulis hal-hal yang sama setiap hari.





Tapi teman-teman, hari ini saat aku menulis ini.. aku sangat bahagia. Aku punya hal-hal yang bias aku banggakan.. Aku punya sahabat-sahabat yang sangat baik.. Aku sangat berambisi untuk meraih cita-cita yang kudambakan.. Keadaan berbeda 180 derajat dengan saat-saat kelam itu!



Aku ingin memberi tips kepada teman-teman yang mugkin juga mengalami fase yang sama...



1. Kau sungguh hebat karena mampu bertahan dengan keadaan pikiranmu!

Banyak orang mengatakan bahwa musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri, dan itu benar.. Kita dengan mudah memuji orang lain, betapa mereka hebat, keren, pintar, cantik, populer.. Namun saat kita bercermin, kata-kata indah tersebut berubah menjadi umpatan dan sumpah serapah.. Kamu tahu pikiranmu jahat, namun kau tidak menyerah dan dengan berani menjalani hari demi hari. Salut, terimalah dan hargailah keadaan dirimu sebagai pejuang!

2. Aku tahu ini berat, tetapi cobalah membuka diri kepada orang  yang bisa kau andalkan..

Mungkin kau merasa apa yang ingin kau sampaikan kepada orang lain tersebut sangatlah tidak masuk akal.. Mereka akan menghakimimu.. Stop! Buang jauh-jauh pikiran itu.. Kau baru berasumsi, bukan? Masih ada orang-orang yang mau mendengarkanmu… Dan mungkin mereka tidak sepenuhnya memahami apa yang kau rasakan, tapi selalu ada orang-orang yang mau membantu.. Kalau kau belum merasa nyaman, kau bisa mencari konselor online.. saat ini zaman semakin canggih, dan cobalah mencari bantuan melalui teknologi itu. Ini berat.. Membuka diri itu SANGAT, SANGAT SULIT.. Tapi percayalah, kalau kau bisa mengalahkan intimidasi dalam dirimu pada tahap ini, semua ke depannya akan terasa lebih mudah.. Menanjak itu lelah, sulit, dan perlu tenaga.. tapi saat kau sampai di puncak tanjakan, kau akan bisa meluncur ke bawah dan mengeluarkan tenaga yang lebih sedikit.

 

3. Rawat dan cintai dirimu, berusahalah!

Caranya? Simpel! Jangan telat makan, minum vitamin, minum air yang cukup, mandi dengan sabun yang wangi dan kau sukai, pakai body lotion dengan aroma yang kau nyaman, pakai baju-baju yang dapat sedikit meningkatkan rasa percaya dirimu.. Nonton film komedi, makan popcorn, mendengarkan musik yang kau sukai, menjalankan hobi.. Sayangi dirimu dan rawat ia seolah ia adalah anakmu sendiri..

 

4. Ekspresikan diri melalui cara yang nyaman bagimu.

Kalau kau suka menulis, kau boleh menumpahkan segala unek-unekmu dalam corat-coret atau ketikan.. Kau suka menggambar? Ungkapkanlah apa yang kau rasakan melalui karyamu itu! Banyak cara, entah kau ingin berolahraga untuk mengeluarkan energi, mencoba hobi-hobi baru yang selalu kau ingin pelajari sedari dulu.. Salurkan energimu dengan cara yang dapat membantumu..

 

5. Jangan bandingkan dirimu dengan sekitar

Apabila kau terus-menerus melihat kepada orang di atasmu, kau akan lupa mensyukuri apa yang sebenarnya kau punya..  Teman-teman, walaupun awalnya dipaksa, tapi cobalah untuk mulai mensyukuri apa yang kau punya melalui ungkapan doa, nyanyian, atau jurnal.. Apapun yang kau suka.. Aku senang hari ini bisa makan lauk yang sangat aku sukai! Aku hari ini bangga pada diriku karena mau keluar dari kamar, aku hari ini bangga pada diriku karena mampu menyapa teman…  Bersyukur, bangga.. Teman-teman, kita jadi minder dan rendah diri karena ekspektasi kita yang berbeda dengan realita. Ubahlah ekspektasimu menjadi rasa syukur, dengan ungkapan-ungkapan tersebut.. Kembali ke poin ini, jangan bandingkan diri karena setiap orang punya waktu puncaknya masing-masing. Apabila sulit, cobalah untuk tidak bermain media sosial atau terlalu sering bertemu dengan orang-orang yang membuatmu kepikiran..

 

6. Coba ingat-ingat lagi sejak kapan kau merasa minder..

Apa yang menyebabkanmu untuk berpikiran seperti itu? Apa pemicunya, sejak kapan? Mungkin sulit untuk diingat secara jelas, tapi kalau kamu kira-kira tahu kejadian awalnya seperti apa, kamu bisa mengantisipasi kejadian serupa.. Apabila kamu merasa terdorong untuk makin kalut dengan pikiran, buatlah list dalam bentuk jurnal yang terdiri atas tabel dengan tiga kolom: (1) Kejadian, (2) respons pikiran kita, dan (3) apa yang seharusnya kita pikirkan. Lakukan itu secara rutin. Di kolom paling kiri (kejadian), tulis kejadian apa yang memicumu untuk merendahkan diri lagi. Di kolom selanjutnya (respons), coba kau ingat lagi apa yang kau pikirkan saat kejadian itu terjadi, dan tuliskan juga.. Di kolom terakhir (respons seharusnya), menurutmu apa yang seharusnya kau pikirkan? Kamu akan berusaha mengubah perlahan, apa yang selalu kamu pikirkan dan apa yang seharusnya kamu pikiran.

 

Teman-teman, apabila memungkinkan, carilah seorang profesional dalam bidang psikologi, yakni psikolog.. Tidak hanya orang bermasalah saja yang boleh konsultasi, tidak ada yang salah apabila orang yang tidak apa-apa juga ingin berkonsultasi. Ibarat dokter, kita lebih baik segera check-up sebelum stadium penyakit kita parah bukan? Mencegah lebih baik daripada mengatasi, lho..

Kalian hebat, jangan pernah menyerah! Intinya, jangan lupa untuk memberi tenaga untuk menaiki tanjakan yang tadi kujelaskan, dan untuk selanjutnya proses akan terasa lebih ringan dan mengalir. Aku mengasihimu. <3 p="">





Sunday, March 25, 2018

Ai

Aku tahu ia selalu mampu membawa tawa, cukup dengan beberapa kedipan mata centilnya. Ampuh. Teman-teman kantorku selalu mencubit pipinya lembut setiap aku membawanya turut serta, bibir mereka tak pernah absen untuk menyunggingkan senyum lebar saat mereka bersama dengannya.
 
Aika, gadis mungil dan cantik kesayanganku dan Thio yang sudah empat tahun terakhir ini resmi keluar dari rahimku dan menjadi buah hati kami.. Sosoknya yang periang dan identik dengan tubuh langsing, rambut bob sebahu dan poni ratanya itu menjadi favorit keluarga besar untuk diajak foto bersama pada acara kumpul-kumpul. Celotehennya yang unik bin ajaib juga selalu kami nanti-nantikan. Bayangkan, Aika dapat tiba-tiba menggombal bagaikan anak baru gede jaman sekarang yang romantis namun lucu. Bagaimana kami bisa tidak sayang dengannya?
 
"Tisha..." suara berat Thio memecahkanku dari pikiran sendiri yang entah sudah berlangsung selama berapa lama.. Tangan kekarnya menggenggam erat tanganku yang tentu berukuran jauh lebih kecil darinya. "Yuk.."
 
Bau rumah sakit yang sangat kubenci itu kembali merasuki benakku. Aku tidak suka melihat para perawat berseragam putih yang berjalan mondar-mandir di hadapanku, apalagi sembari mendorong ranjang-ranjang yang ditiduri pasien-pasien yang nampak terlelap dengan damainya. Tidak, pemandangan ini sungguh membuatku merasa mual dan sakit kepala.. Thio mengikuti arahan petunjuk seorang perawat wanita yang nampaknya berusia paruh baya menuju suatu ruangan tempat Aika dirawat selama seminggu ini, tangannya tak mau melepaskan genggamannya padaku.. Pria yang berpostur lebih tinggi dariku tersebut kemudian merangkulku erat seolah jaringan peredaran darah kami berdua memang menjadi satu.
 
"Selamat sore Bu Tisha dan Pak Thio.." Dokter berkacamata bertubuh gemuk yang telah rutin kami temui menyambut kami ramah, tak lupa pula ia mengajak kami berjabat tangan. "Silahkan duduk.."
 
Thio pun mengarahkanku untuk duduk di meja klien ruang praktek yang didominasi warna putih susu tersebut sebelum ia juga ikut duduk disebelahku. "Pagi, Dokter Purnawan.."
 
Dokter Purnawan membetulkan kacamatanya yang menurun dan membuka sebuah map biru muda yang sudah ia siapkan di meja. "Bagaimana kabarnya, senang bertemu dengan Bapak dan Ibu lagi.."
 
"Baik, Dok.." Ujar Thio sembari melirik diriku, yang juga mencuri-curi pandang ke arahnya. Aku dapat merasakan tangan Thio yang juga sedikit dingin dan gemetar pada saat ia melirik laporan di map dokter senior yang berpengalaman dihadapannya."B-bagaimana hasil laboratorium dari putri kami, Dok?"
 
"Ah, Aika.. Kami memang telah selesai menerima laporan dari laboratorium.." Ujar Dokter Purnawan sembari menarik napas panjang. Perasaanku mulai tidak enak..
 
Deg.
 
"Putri Bapak dan Ibu telah mengalami gejala kejang-kejang sebelumnya, dan kami memang menemukan hambatan dalam syaraf-syaraf di otaknya.."
 
Apakah mimpi burukku selama ini kini menjadi nyata...
 
"Aika mengalami epilepsy."
 
Napasku menjadi berat. Thio terdiam, dan aku juga berusaha mencerna semua perkataan Dokter Purnawan tersebut dengan perlahan.. Pikiranku mulai kemana-mana.
 
Dokter Purnawan nampaknya dapat membaca situasi dan berusaha menenangkan kami. "Namun Bapak dan Ibu jangan terlalu khawatir, tentunya kami akan melakukan penanganan yang terbaik. Apalagi Aika masih kecil, kemungkinannya untuk bisa sembuh masih besar.."
 
"Tolong lakukan yang terbaik untuk Aika, Dok.." Thio akhirnya bersuara lirih, bisikannya penuh dengan rasa khawatir.  Ia mengusap rambut sebahuku lembut. "Kami percaya pada Anda.."
 
Dokter Purnawan sempat menyampaikan beberapa pesan dan wejangan pada kami, namun aku tidak dapat menyimaknya lagi. Aku tahu betul Thio terus mengangguk dan berkata 'baik, Dok', dan Dokter Purnawan pun terus meberikan kata-kata yang menyemangati kami berdua..
 
"Terus ikuti proses, ya, Pak Thio dan Bu Tisha..." Ungkap Dokter Purnawan sebelum kami beranjak meninggalkan ruangan. "Saya perlu kepercayaan dan pengharapan Anda.. Terus berdoa, dan jangan patah semangat.."
 
Aku dan Thio bertatap-tatapan saat kami sampai di ruang perawatan Aika. Si gadis mungil bermata besar yang tidak tahu apa-apa tersebut tersenyum lebar saat melihat kami berdua menghampirinya. Ia berusaha bangun dan masuk ke pelukanku, namun Thio mencegahnya dan menyuruhnya untuk tetap berbaring di tempat tidur. "Aika sayang jangan banyak gerak dulu, ya.. Papa mau kamu banyak istirahat.."
 
"Yah, kok gitu sih, Pa.." Rengek Aika memprotes. "Aika bosen, Pa, tiduran terus.."
 
Aku mulai bisa tersenyum mendengar suara cempreng yang kurindukan tersebut. Ah, Aika..
 
"Mama kok diem aja, sih? Ma, tadi Aika kenalin Whitee ke suster yang tadi temenin Aika.." Celotehnya riang tanpa jeda napas, dengan bangga ia mengeluarkan boneka beruang putih berbulu pendeknya dari persembunyian di balik selimut. Aika tertawa riang. "Kata susternya, Whitee imut."
 
"Ya imutlah, kan ketularan imutnya Aika" ujarku sembari mengubah posisi dudukku menjadi lebih dekat dengan Aika dan memainkan rambut halusnya seperti biasa. "Kalau Aikanya nggak imut, mungkin Whitee-nya juga nggak imut, tuh.."
 
Aika tertawa riang sembari berusaha bangun dari posisi tidurnya untuk memelukku. Aku menahannya lembut, dan mengembalikannya ke posisi berbaring. "Jangan bangun-bangun dulu, nanti Papa sedih, lho.."
 
Thio ikut duduk disisi lain sebelah Aika, dan menatapnya dengan mata teduh penuh arti. Aku ingat betul bahwa tatapan  Thio yang sama-lah yang berhasil membuatku luluh dan jatuh hati kepadanya. Thio mengambil Whitee dari genggaman  Aika dan meletakkannya di dekat kepala putrinya tersebut. "Sabar ya, Aika.. Papa dan Mama bakal terus temenin Aika sampai Aika keluar dari rumah sakit.."
 
"Oke, Papa!" Aika mengeluarkan tangan mungil dan rapuhnya sembari mengaitkan jempol dan telunjuknya dengan tidak rapat. Aku tertawa karena gemas akan tingkahnya, sudah lama aku tidak tertawa lepas seperti ini.
 
Sembari terus mendengarkan Aika berceloteh soal petualangannya dan Whitee di sebuah hutan penuh pohon stroberi, aku mencuri-curi pandang dengan Thio yang seperti biasa berhasil menghibur Aika yang tadinya sempat mengeluh pusing dengan lawakan-lawakan tidak lucu andalannya. Di masa-masa yang berat dan menjadi pikiran ini, aku bisa memiliki tangan yang selalu mendekap dan tidak malu untuk menggandengku. Pada saat-saat yang tidak menyenangkan ini, aku mempunyai cerita-cerita imajinatif tak berbatas yang dinarasikan secara tidak kronologis.. Ketika aku sedih, ingatlah akan 'ai', cinta tak ternilai yang muncul saat aku dan Thio hendak memberi nama pada buah hati yang sudah terbentuk baik adanya dan sempurna di rahimku. 'Ai' yang sama akan menyanggupkan menghadapi apapun itu yang akan kuhadapi nantinya.
 
Aku siap.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Saturday, February 24, 2018

Belajar banyak di konferensi Psikologi ARUPS, Bali

Halo teman-teman,



Kali ini aku menggebu-gebu sekali untuk menceritakan pengalamanku di Bali. Sungguh, sampai detik ini aku masih merasa bahagia dan bangga akan acara yang telah aku ikuti pada 21-22 Februari 2018 waktu itu!



Jadi, awal mulanya seperti ini... Once upon a time, pada 2016 akhir, seorang dosen di kampusku menawarkan aku dan temanku (Desta) untuk ikut berkontribusi dalam penelitian beliau. Oh ya, untuk kalian yang belum tahu, aku sedang mengambil jurusan psikologi di Universitas Tarumanagara, ya.

Aku sempat takut sih, karena belum pernah mengerjakan proyek seperti ini. Waktu itu, aku betul-betul khawatir karena pengalamanku dalam penelitian betul-betul nol besar. Namun, dosenku, Pak P. Tommy Y. S. Suyasa (beliau akrab dengan panggilan Pak Tommy), berbaik hati dan bersedia membimbing dari awal, beliau pun sabar menjelaskan pada kami apabila ada hal-hal yang masih kami belum pahami.

Oh ya, kami belajar banyak dari dosen kami ini; hal-hal akademis dan juga non-akademis. Beliau juga perhatian dan selalu meng-encourage kami untuk tetap semangat dan tidak menyerah, dan tentunya memberi wejangan untuk tidak takut salah ataupun merevisi dan memperbaikinya. Memperbaiki paper hingga berkali-kali itu sangat biasa, ujar beliau.

Pada akhirnya, Pak Tommy pun mendorong aku dan temanku untuk mengikuti konferensi ASEAN Regional Union of Psychological Societies [ARUPS]  6th congress di Kuta, Bali yang di co-found
pertama kalinya oleh Dr. Rahmat Ismail, Psikolog. Oh ya, ketua ARUPS untuk periode 2015-2017 adalah Maria Caridad Tarroja, PhD.


Akhirnya, kami pun mengirimkan abstrak dan paper penelitian keseluruhannya ke panitia, walaupun sempat bingung dalam memilih jenis presentasi yang akan kami lakukan (pilihannya adalah poster presentation [presenter harus stand by di poster masing-masing selama sesi dan menyambut, menjawab dan berdiskusi dengan pengunjung yang lewat dan tertarik dengan poster],  atau oral presentation [presenter berada di suatu ruangan bersama presenter-presenter lainnya, kemudian menjelaskan menggunakan powerpoint. Setelah presentasi, akan disediakan sesi tanya-jawab dari audience]). Setelah melalui beberapa pertimbangan, kami memilih poster presentation dan kami pun cukup bersyukur dan berterimakasih karena ternyata penelitian kami diterima.


Yay, kami melalui banyak proses dan akhirnya bisa tiba di Kartika Discovery Plaza Hotel, tempat berlangsungnya acara ARUPS! Acara diawali dengan registrasi ulang dan pemberian goodie bag pada tiap peserta. Para peserta pun memakai name tag khas ARUPS dan dipersilahkan menunggu di hall yang luas dan nyaman. Tak lama kemudian, dua orang anak muda yang membawa acara (satu orang laki-laki dan satu orang perempuan) menyambut pengunjung dan berterima kasih atas kehadiran dan partisipasi mereka dalam event ARUPS. Oh ya, semua percakapan dalam konferensi ini dilakukan dalam bahasa Inggris karena peserta berasal dari berbagai negara (saya menemukan banyak sekali peserta dari Filipina dan Malaysia). Lagu Indonesia Raya dan himne HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia, ikatan psikologi Indonesia yang diketuai oleh Dr. Seger Handoyo,
Psikolog) ikut dikumandangkan.


Selama konferensi, kami disuguhkkan banyak tarian dan nyanyian tradisional yang menghibur dan menambah wawasan kami (sebelum tarian ataupun nyanyian, pembawa acara selalu menjelaskan latar belakang dan maksud dari kesenian yang akan ditampilkan). Tarian dan lagu tersebut dibawakan oleh mahasiswa fakultas psikologi Udayana. Aku (dan aku yakin semua peserta lainnya juga) kagum sekali dengan kelihaian dan bakat mereka, pasti mereka berlatih keras sekali sebelum dapat tampil di ARUPS. Wow, you guys were so, so amazing!

Kami pun banyak mendengar keynote speech (mirip dengan seminar) oleh pembicara yang kompeten di bidang masing-masing. Ada Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM (K), menteri kesehatan Indonesia, Dr. Sathasivan Cooper, Professor Emeritus Roger Moltzen, Dr. Cristina Montiel, Assoc. Prof. Claire Thompson, Professor Kwartarini Wahyu Yuniari (atau yang lebih dikenal dengan Bu Bo), Urip Purwono, PhD, Doran French, PhD, dan  Dr. Yudi Latif.

Kami beruntung karena sempat berbincang ringan dengan Dr. Cristina Montiel dan bahkan berfoto bersama. Beliau menyampaikan bahwa kami masih muda dan perjalanan kami dalam bidang psikologi tentunya masih panjang. I absoluutely will try my best to keep loving and never stop learning psychology.

Materi yang dibawakan bermacam-macam, ada mengenai pengolahan data penelitian yang mengambil data di social media, metode-metode penelitian yang unik dan menarik, kepercayaan (belief) yang memang mempengaruhi panjang/pendeknya usia kehidupan kita, hingga tentang perbandingan penyelesaikan konflik dan cara berteman di Indonesia dan negara-negara lain.
Pokoknya seru dan sangat worthy untuk disimak, deh.


Kami pun juga melaksanakan tujuan utama, yakni poster presentation. Selama stand by, ada beberapa rombongan yang menanyakan perihal penelitian. Mulai dari rekan-rekan presenter di sebelah kami, hingga mahasiswa dari Malaysia yang juga penasaran dan ingin sharing perihal topik kami. Walaupun sempat tegang karena tidak terbiasa mengobrol dalam bahasa Inggris, semua berjalan dengan cukup baik dan kami juga menambah kenalan dari acara ARUPS.


Pokoknya kalau ada kesempatan, teman-teman (baik mahasiswa ataupun yang sudah alumni) harus mencoba ikut konferensi, deh. Menambah kenalan (bisa saling bertukar nomor telepon dan mungkin bisa mendirikan proyek baru bersama-sama, karena orang-orang yang kita temukan akan beragam dalam minat dan keahlian). Selain itu, partisipasi dalam konferensi akan terlihat baik dan ditambahkan di Curriculum Vitae (CV) nantinya.

Tips dari pengalamanku dalam mengikuti konferensi:

- Jangan tegang dan memikirkan apakah bahasa Inggrisku bagus atau tidak, yang penting nekad dan berani bersuara.
- Sembari coffee break ataupun jadwal yang santai, coba ajak kenalan orang-orang disekitarmu. Hal ini menambah wawasan sekali, dan juga menambah teman.
- Kalau ada pembicara yang sedang santai, ajak berbincang dan berdiskusi. Kebanyakan dari mereka ramah dan suka berbagi pikiran dan memberi wejangan.
- Jangan minder, percaya diri!

Thanks for reading!